Penanaman Bakau di RBI Batam bersama Duta LH

Pada hari Sabtu di bulan Juni 2016 ke10 grandfinalis Duta Lingkungan Hidup Kota Batam 2016 melakukan penanaman mangrove sebagai tindakan pertama di Rumah Bakau Indonesia di daerah Tanjung Piayu, Batam, Kepulauan Riau. Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Biasanya, hutan bakau juga sering diistilahkan sebagai penjaga pantai, karena memang secara harafiah hutan bakau merupakan hal pertama yang akan menjaga pantai atau pun daratan dari air laut. Saat ini hutan bakau populasinya sedang berada di dalam ancaman, karena beberapa hutan bakau mengalami banyak kerusakan, yang disebabkan oleh pembukaan lahan pantai untuk kepentingan komersil, seperti perluasan daratan danjuga pembangunan besar – besaran. Namun demikian, tak sedikit juga mereka yang peduli dan pada akhirnya ikut melestarikan keberadaan dari hutan bakau tersebut, sehingga masih dapat bertahan hidup.

Berikut ini adalah beberapa fungsi hutan bakau :

 

  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
    Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
    Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.
  • Mencegah tsunamiAceh dan Jepang merupakan lokasi terjadinya tsunami yang dahsyat. Tsunami sendiri ternyata bisa dicegah, atau setidaknya direduksi dampak kekacauan yang ditimbulkannya dengan melestarikan dan mengembalikan fungsi dari hutan bakau. Dengan demikian, maka bencana tsunami pun dapat dicegah.
  • Mencegah abrasiAbrasi merupakan proses pengikisan daratan atau tanah, yang banyak terjadi karena faktor gelombang air laut. Ketika daratan terlalu sering mengalami gesekan dengan air laut, maka hal ini akan menyebabkan terjadinya abrasi, dimana daratan akan menjadi semakin terkikis dan menyempit. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya luas daratan, dan dapat menyebabkan air laut mudah naik ke permukaan. Hutan bakau lah yang menjaga agar hal ini tidak terjadi. Dengan adanya hutan bakau sebagai tameng dari suatu daratan dari air laut, maka kemungkinan terjadinya abrasi dapat diperkecil.

    Ternyata, fungsi hutan bakau sangatlah banyak dan juga beragam. Hutan bakau juga sangat penting dalam mendukung kehidupan manusia dan juga segala keanekaragaman hayati, terutama hewan – hewan laut. Karena itu, kita pun harus bisa menjaga dan juga melestarikan hutan bakau agar tetap berguna bagi kehidupan kita dan juga keseimbangan lingkungan.

 

Iklan

Mewujudkan Batam Sebagai Kota Industri yang Berwawasan Lingkungan

 

Peningkatan jumlah penduduk ini sebagian besar bukan kerena angka kelahirannya yang meningkat, melainkan karena angka pendatang yang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Industrialisasi memang merupakan konsep yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya industrialisasi, selain dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi sebuah produk, ia juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar.

imagesjioop

Namun dibalik efek positif tersebut, tak jarang juga industrialisasi justru memberikan efek negatif kepada lingkungan. Hal ini disebabkan karena tak bisa dipisahkannya proses produksi dengan limbah yang dihasilkannya. Dan sangat disayangkan ketika ternyata industri yang menghasilkan limbah tersebut hanya ingin mengambil ‘madu’ dari setiap proses produksi yang dihasilkannya dan hanya menyisakan ‘racun’ kepada lingkungan. Baca lebih lanjut

Menyelamatkan Generasi Muda melalui Program Generasi Berencana ( Genre )

PENDAHULUAN

1.1.       LATAR BELAKANG

Dewasa ini pertumbuhan penduduk di indonesia kian meningkat . Menurut proyeksi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menilik populasi absolut Indonesia di masa depan, maka negeri ini akan memiliki penduduk lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015, lebih dari 270 juta jiwa pada tahun 2025, lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2035 dan 290 juta jiwa pada tahun 2045. Baru setelah 2050 populasi Indonesia akan berkurang. Pada tahun 2010, sekitar 19 persen penduduk Indonesia adalah anak yang umurnya di bawah sepuluh tahun, sekitar 37 persen di bawah dua puluh tahun dan sekitar setengah populasi Indonesia berusia di bawah tiga puluh tahun. Angka-angka ini menunjukkan – dari perspektif demografis – bahwa Indonesia memiliki angka remaja yang tinggi. Peningkatan jumlah penduduk ini di dukung dengan semakin meningkatnya status sosial dan ekonomi penduduk, semakin meratanya pelayanan kesehatan, semakin meningkatnya keadaan gizi penduduk yang mengakibatkan kurangnya tingkat kematian. Semakin tinggi jumlah penduduk maka semakin tinggi pula kriminalitasnya, setiap hari masyarakat melihat,mendegar dan membaca baik di berita di televisi atau media sosial tentang berita kriminalitas yang terjadi di negara kita tercinta ini, mulai dari perampokan,pencurian,pemerkosaan, aborsi yang rata-rata pelakunya masih berusia muda atau katagori generasi muda. Salah satu yang menyebabkan hal ini dapat terjadi bahkan berpengaruh besar yaitu “Keluarga dan lingkungan ” seseorang akan menjadi pribadi yang baik jika keluarga dan lingkungan sekitarnya baik pula.menanti-keadilan-dari-hakim-dalam-vonis-kasus-yuyun

Masa usia remaja adalah masa yang dianggap rentan dalam fase pertumbuhan dan perkembangan manusia. Sering kali pada fase remaja ini terjadi hal- hal yang tidak diinginkan, terutama menjadi kecemasan bagi para orang tua. Dapat dipahami, kerena pada fase ini remaja yang sering kali juga disebut dengan masa Baca lebih lanjut

Peran Pemuda dalam Peningkatan Fungsi Bahasa dan Budaya Literasi dalam kaitanya dengan Peningkatan Budi Pekerti

keep-calm-and-speak-bahasa-indonesia-1

Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan,menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah diper

gunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.

Sastra secara etimologis berarti alat untuk mendidik, alat untuk mengajar, dan alat untuk memberi petunjuk. Tjokrowinoto menjelaskan lima manfaat sastra lama, yaitu  mempertebal pendidikan agama dan budi pekerti, meningkatkan rasa cinta tanah air, memahami pengorbanan pahlawan bangsa, menambah pengetahuan sejarah, mawan diri dan menghibur. Berdasarkan manfaat ini, penggunaan bahasa dalam sastra dapat membangun karakter bangsa.Karakter bangsa ini telah banyak terdapat dalam karya-karya sastra, seperti dalam puisi Taufik Ismail tentang ketuhanan dan moral, novel buya Hamka, atau cerita-cerita rakyat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksudkan dengan literasi adalah (sesuatu yang) berhubungan deng

an tulis-menulis. Sekarang literasi atau literer memiliki definisi dan makna yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek Baca lebih lanjut

Hari Diabetes Nasional 2016 ( Tahukah kamu?)

CC2m-mCUUAASuNC

Diabetes merupakan suatu kondisi di mana kadar gula atau glukosa dalam darah tinggi. data International Diabetes Federation (IDF) menunjukkan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia.

Faktor utama diabetes adalah faktor genetik .

Berikut beberapa mitos dan fakta tentang diabetes

Mitos pertama : Terlalu banyak makan gula menyebabkan diabetes.

Terlalu banyak makan gula tidak otomatis menyebabkan diabetes. Sebaliknya, Diabetes terjadi ketika sesuatu mengganggu kemampuan tubuh untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi energi.

Mitos kedua: Terlalu banyak aturan dalam diet diabetes

Sebenarnya buat simple saja dengan mengkonsumsi makanan sesuai dan obat untuk menjaga kadar gula darah mendekati normal

Mitos ke3 : Karbohidrat buruk untuk diabetes.

Justru sebaliknya , karbohidrat adalah hal yang bisa mendukung diet sehat diabetes.Jenis Karbohidrat yang baik seperti : Roti gandum.

Mitos ke4: Penderita diabetes tidak boleh makan makanan favoritnya Baca lebih lanjut

ISR April 2016

Pentingnya Pendidikan Seksualitas Komprehensif untuk Remaja

IMG_4436

Oleh: Devina Wistiasari | Kamis, 14 April 2016 jam 15:01:05

Dalam rangka peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja,suatu strategi dan langkah sangat diperlukan. Sebagai salah satu langkah dan strategi meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi terutama bagi kalangan remaja dan pelajar, UKM Kesehatan UIB menyelenggarakan talkshow dan seminar se-Kota Batam yang membahas seluruh aspek yang terkait dengan kesehatan reproduksi dan topik yang sedang hangat diperbincangkan yaitu LGBT.

Bertempat di Aula B lantai 1 Universitas Internasional Batam, seminar ini dibuka oleh pembina UKM yaitu Diah Maya Andina S.Pd, Sabtu(09/04). Pembina berharap acara yang di gagas oleh salah satu UKM yang baru di UIB ini akan mendapat respon positif di seluruh kalangan dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pendidikan seksualitas komprehensif untuk remaja dan cara menangani penyimpangan-penyimpangan seksualitas yang sedang marak saat ini.

Seminar dan talkshow ini mengundang sejumlah pemateri yang berpengalaman di bidangnya, antara lain seperti dr. Denok Maya Dewi (Kasubid Bina Kesehatan KB Jalur Pemerintah dan Swasta BKKBN Kepri) yang menyampaikan materi mengenai  Kesehatan reproduksi dan penyakit menular seksual. Selain itu pula, hadir narasumber dari luar kota Batam yaitu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepri, Ahmad Syahroni, S.Pd. Ia menyampaikan  materi seksualitass dan penyimpangan yang terjadi.

“Menurut data statistik dari BKKBN 2015, 10 persen dari remaja Indonesia sudah melakukan seks bebas,” ujar dr. Denok Maya Dewi.

Berbicara mengenai ini, nampaknya remaja dan anak muda Indonesia jauh tertinggal dibelakang. UNGASS(United Nations General Assembly Special Session) menyepakati bahwa, ditargetkan 95% remaja dan anak muda memiliki pengetahuan, keahlian, dan akses ke pelayanan kesehatan sehingga bisa melindungi mereka terhadap infeksi HIV. Terbatasnya jumlah remaja dan anak muda yang memiliki pengetahuan maupun keterampilan yang cukup terkait dengan kehidupan seksualnya, menyebabkan banyak remaja dan anak muda yang berisiko terhadap permasalahan eksploitasi seksual, kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual (IMS). Setengah dari remaja dan anak muda Indonesia tidak menganggap bahwa behubungan intim satu kali berisiko kehamilan.

Tujuan utama dari pendidikan seksualitas adalah mempersiapkan remaja dan anak muda dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai untuk membuat keputusan terkait dengan kehidupan sosial dan seksualnya untuk mencegah perilaku berisiko.

Perilaku beresiko ini juga bisa mengakibatkan penyimpangan seperti LGBT , menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kepri, Ahmad Syahroni, S.Pd “Penyimpangan seksual dapat dihindari dengan pendidikan seksual sejak dini dan lingkungan keluarga serta masyarakat juga berperan penting akan hal ini. ‘ ujarnya .

“Namun dari itu, kita tidak bisa memaksakan pada gender tertentu apa yang seharusnya dilakukan, misalnya seorang anak laki-laki harus bermain mobil-mobilan.” tambahnya.

Pada dasarnya, untuk mencetak remaja yang peduli pada kesehatan reproduksi adalah pendidikan sejak dini dan sosialisasi mengenai pentingnya kespro.

Sebagai bentuk apresiasi untuk para pemateri dan peserta tersebut, pada rangkaian kegiatan seminar ini, UKM Kesehatan  menyerahkan  sertifikat kepada ke-2 pemateri yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan di acara seminar dan beberapa doorprize bagi peserta dan panitia seminar. (DW)

sumber: Devina Wistiasari